Talk Show With Maggie – Special Edition: Melviola

Selasa, Januari 31st, 2012

Halo pemirsa. Namaku Margarita Paulson, dan kuucapkan selamat datang kembali di Talk Show With Maggie. Sepertinya banyak dari kalian yang bertanya, ke mana saja aku beberapa minggu terakhir. Sejujurnya aku ini baru saja… bersuka cita. Yeah. Kalau kalian ketinggalan berita, dengan bangga kusampaikan bahwa saudari satu Penciptaku, Josephine Armster, kalah dalam kontes cerpen Vandaria. Membuktikan bahwa aku adalah karya Pencipta yang lebih unggul. Hee-hee. Kau dengar itu, Josie? Bahkan feromon abadimu tak dapat mengalahkan pesonaku!

Tentu, jangan salah artikan ini sebagai pernyataan cintaku kepada Pencipta. Aku hanya bisa mencintai Richter. Katakanlah, ini sekedar kebanggaan terhadap orang yang membentukku. Yeah. Bisa dikatakan begitu. Dan aku… lebih unggul daripada Armster!

Apa? Dia masih bisa masuk ke kumpulan cerpen seperti aku? Tidak. Aku yakin itu tak akan terjadi.

Sebenarnya, aku akan memastikan bahwa itu tak akan terjadi. Yeah. Itu-tak-akan-terjadi.

Tapi, lupakan saja wanita tidak jelas itu dulu. Sekarang, kita kedatangan tamu lagi. Sosok luar biasa, yang ceritanya berhasil menyingkirkan Armster si Genit. Dia adalah pemain viola yang dapat memikat hati para Windowless…

Eh… (Memeriksa cue card)

Frameless! Frameless di Edenion! Salah satu musisi terhebat yang pernah lahir dunia Vandaria! Hobi menyebabkan bintang padam! Mari kita sambut bersama, tokoh utama dari juara dua lomba cerpen Vandaria, Melviola si pemain viola!

Margarita: Selamat datang, Nona Melviola, ke panggung acara saya. Bagaimana kabarmu?

Melviola:  Kamu Frameless?

Maggie: Bukan. Aku ini manusia. Setidaknya, dulunya. Sekarang, aku sendiri tidak tahu aku ini apa. Aku hanya tahu bahwa aku ini kekasih Richter. Begitulah. Jadi, mari kita ulangi lagi pertanyaan tadi. Bagaimana kabarmu, tokoh yang bertanggung jawab atas tersingkirnya Armster si Cabul?

Melviola: Hmm, pantas matamu tidak berbeda warna. Baguslah kau manusia, jiwa senimu pasti lebih baik daripada para frameless… eh, aku suka kata-katamu tadi, windowless, fufufu.

Maggie: Haha. Benar sekali, Nona. Aku ini manusia. Dan benar, aku memiliki selera seni yang bagus. Yang paling kuhargai terutama adalah pajangan yang dibuat dengan bahan baku mantanku, atau orang yang telah menyakiti hatiku.

Ups, bukan waktunya untuk membicarakan itu di saat live. Terlalu lama libur membuatku sedikit tumpul.

 

Jadi, Nona Melviola. Mau menjelaskan sedikit tentang diri Anda?

Melviola: Aku pemusik, itu saja. Melviola sebenarnya nama panggung, tapi aku sendiri tidak ingat nama asliku. Vaeran memungutku sewaktu aku kecil. Tidak, aku tidak menjadi anak angkatnya, tentu saja. Tapi dia punya semacam harem, tapi bukan harem seperti punya saudarimu yang mengerikan itu. Anggaplah Vaeran punya panti asuhan yang menampung orang-orang berbakat.

Margarita: (Reading cue card) Ini menarik. Menurut informasi yang kuterima, Vaeran itu frameless. Sepertinya Anda tidak terlalu menyukai frameless, Nona Melviola. Jadi, apa hubungan Anda dengan Vaeran ini buruk?

Tolong sebisa mungkin beri jawaban yang tidak memaparkan terlalu banyak spoiler, demi kepuasan pembaca yang belum membaca kisah Anda. Hee-hee. Kalau memang Anda tidak bisa menjawab, tidak apa-apa.

Melviola: Ah, benar Vaeran itu frameless. Benar juga aku tidak terlalu menyukai frameless, tapi itu hanya ketika berpaut dengan seni. Aku senang dengan sifat mereka yang fokus dan teguh, seperti aku sendiri.

Tentang aku dan Vaeran… (Menggelengkan kepala) Dia penggemar beratku, itu saja yang bisa kukatakan di sini.

Maggie: Hmmm, ini menarik. Sang pengasuh menjadi fans terbesar anak asuhnya. Ini membuatku penasaran. Sekarang, bisa Anda jelaskan seperti apa kira-kira cerita yang tersaji dalam kisah Anda? Seperti tadi, tentunya, jangan menabur terlalu banyak spoiler.

Melviola: Sayang sesungguhnya bukan aku tokoh utamanya, Margarita. Namamu bagus ya? Cocok untuk menjadi… maestro pemahat? Tadi katamu kau membuat pajangan manusia, kan?

Maggie: Yea. Akan kujelaskan hobi itu kepadamu nanti. Malah, bisa saja aku menggunakanmu sebagai alat bantu untuk praktek. Tapi, bisa tolong jelaskan sedikiiiit saja soal kisahmu?

Melviola: (Berdeham) Sulit dikatakan siapa tokoh utamanya, tapi Charnd lebih banyak muncul daripada aku. Dia penyair kesukaan Vaeran.”

Maggie: Charnd? Ini nama baru. Coba jelaskan dirinya.

Melviola: Charnd juga manusia. Kami tinggal di Edenion, negeri yang dikuasai frameless. Bayangkan, setiap hari aku dikelilingi orang yang jiwa seninya sederhana sekali! Charnd memahami aku dan musikku. Aku pun memahami Charnd dan puisi-puisinya. Melebihi frameless mana pun.

Maggie: (Maggie Sense’s tingling) Ini… aku bisa menciumnya. Kau memendam perasaan khusus terhadap pria ini, bukan?

Melviola: “Kau akan mengetahuinya jika membaca ceritaku, Margarita. (Senyum-senyum sendiri)

Maggie: Itu tidak seru… tapi aku mengerti maksudmu.  Ini bagian menarik dari ceritanya, bukan? Nah, jadi, apa yang Charnd lakukan di sini?

Melviola: “Charnd dan puisi-puisinya menggugahku untuk menunjukkan diriku yang sebenarnya, menampilkan musikku yang sesungguhnya. Sepertinya Vaeran tidak bisa menerima itu. Dia marah… dan siapa yang tahu apa yang akan dilakukan frameless penyihir itu kemudian? Menurut Vaeran, aku bintang yang sudah padam. Aku sedih, tapi…”

Maggie: Aah, konflik antara pemuda yang disukai oleh si gadis, dengan orang yang membesarkannya. Masalah klasik yang memikat. Kalau aku berada diantara dua hati begitu, aku akan menyuruh kedua pihak untuk menyukaiku bersamaan. Bila ada yang menolak, aku tinggal mengawetkan tubuh salah satu atau keduanya. Tapi, sepertinya itu bukan metode yang akan disukai oleh Saudari Melviola di sini.

Yah, bagi kalian yang ingin menyaksikan kisah ini, kalian bisa mengunjunginya di sini.

http://www.vandaria.com/forum/koleksi-cerita-pendek/cerpen-melody-violine

Karena kudengar kisah ini akan dibukukan, mungkin halaman itu akan dihapus cepat atau lambat, tidak seperti cerita si Armster. Bila memang begitu, sekalian saja beli bukunya.

Oh yeah, beli bukuku juga. Yang ini penting, pemirsa sekalian. SANGAT penting. <3

Sekarang, apa kau sudi menjelaskan sekalian penampilan fisik si Charnd ini? Apa dia tampan? Karena aku menyukai pria tampan.

Melviola: Hahaha, idemu bagus juga, menyuruh mereka menyukaiku secara bersamaan, seperti saudarimu Armster dan gadis-gadisnya.

Charnd… aku tak terlalu ingat fisiknya, kami hanya bertemu dua kali, tapi aku hapal setiap untai puisinya. Indah, selalu indah.

Maggie: Hmph. Jadi kau menyukainya hanya dari puisi? Mengherankan. Aku tak percaya kalau yang seperti itu mungkin.

[Bau lavender mendadak memenuhi studio]

[Seorang wanita berkimono ungu duduk pada sofa di samping Margarita]

Josephine Armster: Karena menurutmu satu-satunya yang menarik dari laki-laki hanyalah tampangnya, bukan begitu, Margarita?

Maggie [Memakai masker gas]: Apa yang kau lakukan di sini, pecundang?

JA: Hmmm, masa aku tidak bisa hadir sementara kalian berdua menyebut-nyebut namaku beberapa kali? (Menatap Melviola). Halo, manis. Maaf atas kurang sensitifnya saudariku ini.

Maggie: Diam kau, orang yang bahkan tidak masuk tiga besar!

JA: Sama sepertimu. Apa kau meraih juara di Fantasy Fiesta 2011?

Melviola: Uh…

Maggie: Aku mungkin tidak menjadi lima besar, tapi aku masih memenangkan gelar Best Villain!

JA: Yang seperti itu mana bisa dibanggakan.

Maggie: Aku juga masuk buku kumpulan cerpen! Kau tidak!

JA: Itu belum tentu. Aku masih bisa masuk. Toh, belum ada yang diumumkan bukan?

Maggie: Keberadaanmu itu melanggar hukum alam semesta mereka! Jejakmu akan dihapus total, hingga tak ada yang mengingatmu!

JA: Aku yakin tidak. Bukan begitu, Manis? Kudengar kau sempat berada di satu harem. Mau pindah ke haremku? Jangan hiraukan rumor buruk yang kau dengar. Di sana menyenangkan.

Maggie: …Nona Melviola, apa ada pesan terakhir untuk pemirsa? Karena tak sebaiknya acara dilanjutkan sementara si pecundang ini berada di sini.

Melviola *berbalik dan mundur sampai menabrak Maggie*: “Pe-pesan terakhirku… Jika benar Armster masuk buku kumpulan cerpen Vandaria, bacalah sambil mencium minyak penetral yang kuat. Bukan tidak mungkin Armster menyeberang ke dimensi kalian. Sekarang, sampai jumpa! Jangan lupa baca dan komentari kisahku kalau kalian sempat!

[Melarikan diri]

JA: Hei tunggu, itu fitnah.

Maggie: Kau baru saja mengacaukan acaraku, sialan!

JA: Tapi penonton suka. Mungkin kita harus lebih sering berpasangan dalam membawakan show ini, agar pertanyaannya lebih obyektif.

Maggie: Aku-tidak-akan-mau bekerja sama denganmu…

JA: Lalu? Apa kita harus bertarung?

Maggie: Oh, silahkan saja. Kau juga sudah membuatku ke-

[Abrupt End of Transmission]

2 comments on “Talk Show With Maggie – Special Edition: Melviola

  1. @andrychang mengatakan:

    *Charnd merajuk di pojokan, sendiri dalam peti matinya yang dingin nan lembab…*

    *Panggil Fyanei dan teman-teman pohonnya, mengiringi permainan viola Melviola dengan nyanyian, lagu “We Found Love” – Rihanna*

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.