Saya dan Fantasy Fiesta – Part I: FF 2010

Senin, Oktober 22nd, 2012

No, yang berbicara kali ini bukan Margarita, tapi penciptanya.

 

Fantasy Fiesta 2012 sudah berakhir sejak tanggal 1 lalu, dan sepertinya itu akan jadi lomba Fantasy Fiesta terakhir. Jadi for some reason saya mendapat hasrat untuk mengenang kembali pengalaman saya soal lomba ini.

 

Pertama kali saya tahu soal Fantasy Fiesta adalah di tahun 2010, setelah – kayaknya – Ewing memasang info lombanya di RPCN VGI. Sebelumnya, saya tidak tahu ada Fantasy Fiesta 2009. Jadi melihat ada lomba yang mengharuskan isi cerpennya fantasi ini agak… mengejutkan. Soalnya saya sebelumnya memburu berbagai lomba menulis, dan hanya ketemu lomba-lomba soal cerita inspirasional, kehidupan remaja, sama lomba kisah romansa.

 

Problem is, waktu Fantasy Fiesta 2010 ini diadakan… saya sedang mengalami tekanan inferiority complex parah. Apa lagi sesudah mayoritas warga forum VGI (Ewing, Juunishi Master, Shiki, Nebunedzar, Fallen Angel) berniat untuk ikut lomba, saya semakin yakin kalau saya mengirim entry sekalipun saya tidak akan menang. Jadi selama beberapa hari saya hanya berpundung-pundung, mengharapkan waktu cepat berlalu biar segala percakapan soal lomba ini akhirnya berhenti.

 

Hanya saja, setelah disarankan oleh Juunishi dan Shiki untuk ikut, saya akhirnya iseng nekat juga. Target saya sederhana: bikin cerita secepatnya, terus berharap saja biar juri-juri Fantasy Fiesta tidak mencantumkan lima cerita terjelek dalam pengumuman nanti. Karena saya yakin saya hampir pasti akan masuk ke sana.

 

Awalnya, saya kurang yakin fantasi seperti apa yang dimaksud di keterangan. Apa itu hanya fantasi ala LOTR? Fantasi ala JRPG-WRPG? Karena di sana tidak ada larangan untuk horror, ya saya akhirnya memutuskan untuk bikin horror saja sekalian. Kebetulan waktu itu saya sedang menulis kisah surreal horror (Door of Summer) dan sedang suka-sukanya membaca Creepypasta. Inspirasi utama saya sendiri adalah salah satu episode X-Files, di mana Mulder dan Scully terperangkap di dalam realita palsu. Bahkan nama pertama untuk dokumen itu adalah “X-Files” karena saya belum terpikirkan judulnya.

 

Naskah ini kemudian jadi dalam tiga jam. Karena malu dan takut menerima kritikan, saya hanya menunjukan versi beta naskah ini ke dua orang: adik saya dan Shiki. Respon dari keduanya bagus, tapi saya tetap tidak percaya diri kalau naskah ini betul-betul bermutu. Jadi saya melanjutkan bergalau-galau, hingga akhirnya saya memutuskan mengirim naskah ini di malam hari. Judulnya, Apollyon, saya pilih setelah skimming kamus nama-nama Demon. Salah satu artinya, Place of Destruction, kayaknya cukup mewakili isi ceritanya.

 

Sehari sesudah karyanya dikirim, saya menjadi paranoid. Saya memeriksa rinci setiap paragraf Apollyon dan menemukan banyak sekali typo. Jadi saya mati-matian merevisi untuk menyelamatkan diri dari cemoohan ekstra yang saya yakin akan saya terima. Kalau tidak salah saya sempat mengirim versi revisi ini satu-dua kali, sebelum saya merasa malu untuk mengirim lebih banyak lagi.

 

Periode sebelum pengumuman itu juga terasa mencekam sekali bagi saya. Ada beberapa nama orang yang sudah menerbitkan buku (Tyas Palar, Andry Chang), ada juga sosok-sosok yang sebenarnya saya anggap sebagai dewa kepenulisan di net (Luz, F.A Pur, Ewing). Jadi, well… saya sampai memikirkan, “Ngapain ngirim cerita ke sini sih?!”

 

Ketika lapak cerita mulai dibuka, doa saya kepada Allah hanya supaya yang berkunjung tidak kejam-kejam ngasih kritik. Saya refresh halaman page setiap satu sampai lima menit, baik di rumah, di jalan, dan di kampus. Setiap ada nama asing yang melempar komen ke lapak saya, jantung saya berdegup tidak karuan, tubuh saya mendingin, dan perut saya sakit. Untungnya, well, benar-benar tidak ada kritik membara dari awal sampai akhir. Kalau ada mungkin saya sudah depresi.

 

Tetap saja, waktu akhirnya tanggal pengumuman, saya berharap tidak ada daftar “Bottom Five.” Waktu mendekati jam pengumuman, saya berguling-guling tidak jelas, tak bernafsu untuk main Xbox, menulis, dan melakukan apapun. Waktu akhirnya pengumumannya benar-benar keluar…

 

Well…

 

Uh…

 

I’m screaming.

 

Itu pertama kalinya saya menduduki peringkat atas di lomba sejak saya SMA. Itu juga benar-benar pertama kalinya cerita saya memenangkan sesuatu. Setelah sempat lama sekali ragu apa saya harus tetap menulis, juara dua di FF 2010 ini seakan menandakan kalau ya, saya memang harus tetap menulis. Tidak berlebihan, saya rasa, kalau kemenangan ini disebut sebagai salah satu landmark penting dalam sejarah kepenulisan saya.

 

Kemudian Fantasy Fiesta 2010 akhirnya dibukukan, lomba twitter membuat follower saya yang tadinya hanya terdiri dari sekitar 10-15 orang meningkat, dan saya yang hikkikomori ini bisa berkenalan dengan beberapa kawan baru. Euforia dari prestasi ini, dipadukan dengan sifat karakter Rose McLachlan dari cerita Managing Rose yang saya tulis sesudah buku FF 2010 keluar, kemudian menciptakan persona… King Awesome.

 

Kesimpulan? Fantasy Fiesta 2010 berhasil membunuh inferiority complex panjang yang sudah mencengkeram saya sejak 2005. :V

 

Special thanks juga saya kasih ke Shiki dan Juunishi, yang kayaknya jadi dua orang paling berpengaruh dalam mendorong saya ngirim. Kalau tidak karena dua ini, saya mungkin sekalian tidak ikut Fantasy Fiesta sampai akhir 😄

 

Untuk FF 2011, akan dibahas di postingan selanjutnya.

 

 

 

 

 

Rebirth, Apollyon, dan Fantasy Fiesta 2012

Sabtu, Maret 31st, 2012

Akhirnya aku bisa berbicara kembali.

 

Berapa lama sebenarnya sejak terakhir kali aku dibiarkan bebas? Sebentar, biar kuperiksa.

 

31 Januari?

 

Hei, ini 31 Maret.

 

Pencipta… kau mendiamkanku selama dua bulan?!

 

KAU MENDIAMKAN SEORANG MARGARITA SELAMA DUA BULAN?! Apa saja yang kau lakukan selama itu?! Bermain dengan ibu-ibu?! AKU-TIDAK-SUKA-DIACUHKAN!!! Terakhir kali ada pacar yang mengacuhkanku, aku mengebiri [profanity redacted]-nya! Aku menyolder [profanity redacted]-nya! Kalau saja kau tidak menciptakan Richter untukku, aku sudah akan memakan [profanity redacted]-mu sekarang!

 

Tapi baiklah. Karena sekarang aku kembali dapat berbicara, maka aku akan menyampaikan beberapa hal yang perlu disampaikan.

 

Pertama, Josephine Armster. Keberadaannya ditolak dalam kitab Vandaria. Benar, pemirsa sekalian. Meski pesaingnya lebih sedikit dan tidak setangguh yang kuhadapi… dia kalah.

 

*snrk*

 

Ahaha…

 

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!

 

(jatuh)

 

AHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHA!!!

 

Oke, itu konyol. (kembali berdiri). Mati kau, pesolek sialan!

 

Ah, jadi teringat. Selama Pencipta membungkam mulutku, aku menerima e-mail. Pengirimnya adalah salah satu dari kalian. Pertanyaannya: “Dear Margarita, apakah kau membenci semua saudara dan saudari hasil kreasi Penciptamu?”

 

Jawabannya, tidak. Aku tak membenci semuanya. Kehidupan bersaudara sebagai karakter itu bisa disejajarkan dengan saat-saat menjadi murid dalam sebuah sekolah. Kau bisa mengacuhkan mereka yang tidak kau sukai, kecuali mereka adalah tipe gadis popular dengan kebanyakan anak buah… dan untuk itu, kuucapkan [profanity redacted] KAU JOSEPHINE ARMSTER!

 

Untuk yang lain… hmm, aku tidak terlalu bermasalah dengan Katarina “Lilith” Sarkova, tokoh dari IFWL Revolution. Orang yang satu itu terlalu sering membuat masalah sendiri, jadi aku lebih menanti lawakan dari ketololannya. Aku menyukai Neil Larvane, Spade Griffin, dan beberapa nama lain. Dan aku menyukai Apollyon. Bukan begitu, Apo?

 

Apollyon: [YAMEMANGBEGITU]

 

Margarita: Dalam caps lock dan tanpa spasi, langsung ke kepalaku. Kau tahu, kurasa suatu saat nanti kita perlu mengadakan wawancara.

 

Apollyon: [APAKAHADAYANGMASIHBERTAHANHIDUPSETELAHWAWANCARABERAKHIR?]

 

Margarita: Mungkin ada. Harus ada. Lagi pula, siapa diantara kalian yang tidak mau melihat gadis imut bertopi koboi yang menunggangi makhluk yang menyerupai sapi bertentakel yang tubuhnya dipenuhi oleh koloni serangga? Eh… apa itu wujudmu?

 

Apollyon: [ENTAHBAGAIMANAKAUBISAMELIHATKUBEGITU]

 

Margarita: Selain itu… tahukah kalian kalau sebentar lagi Fantasy Fiesta 2012 dibuka? Kalau kalian menganggap diri kalian sebagai Pencipta dunia yang berkualitas, jangan lupa untuk ikut. Ratusan karakter tangguh akan bergabung dan berlaga di dalamnya, dan yang akan keluar sebagai pemenang hanya satu hingga lima orang. Atau mungkin tujuh belas, kalau dihitung dari mereka yang masuk ke buku. Seperti aku dan Apo. TIDAK seperti Josephine. HA-HA!

 

Saat ini, yang bisa kalian lakukan hanya melihat simbol lomba di sini:

 

http://kastilfantasi.com/2012/03/fantasy-fiesta-2012-coming-soon/

 

Jika nanti ada pemberitahuan lagi, aku akan menyajikannya.

 

Sekarang, sebelum ada yang menanyakan apakah aku atau Apo akan kembali berlaga dalam pertempuran 2012… well… tidak. Tidak ada masalah bagiku untuk bertarung lagi. Seperti yang kulakukan pada bos paruh waktuku, yang bisa kalian baca di sini:

http://kastilfantasi.com/2012/01/2817/

Tapi, Pencipta tidak suka menggunakan senjata yang sama secara berturut-turut. Jadi, dia pasti akan mencari yang lain. Aku tidak keberatan, asal dia tidak MELUPAKANKU!

 

Selain itu, sepertinya ada saudariku yang hendak mengunjungi kalian. Makhluk yang membuatku sempat dibungkam oleh Pencipta, saking seriusnya dia merancangnya. Kapan dia akan muncul, entah. Mungkin bila dia benar-benar menampakkan diri, aku akan mengundangnya ke sini. Berbicara bersama sebagai sesama saudari. Membunuhnya, kalau dia membuatku sebal. Dan kok aku merasa dia memang akan membuatku sebal.

 

Hmm… apa lagi yang harus disampaikan? Aku ingin berbicara! Tapi begitu memperoleh kesempatan untuk melakukannya aku tidak tahu lagi apa yang harus disampaikan!

 

Ya sudahlah. Sampai di sini dulu saja. Sampai bertemu lagi, pemirsa sekalian. Kuharap kalian mau menyambutku lagi, sementara aku akan merasuki kembali mimpi buruk kalian.

 

Maggie out.

 

 

Talk Show With Maggie – Special Edition: Melviola

Selasa, Januari 31st, 2012

Halo pemirsa. Namaku Margarita Paulson, dan kuucapkan selamat datang kembali di Talk Show With Maggie. Sepertinya banyak dari kalian yang bertanya, ke mana saja aku beberapa minggu terakhir. Sejujurnya aku ini baru saja… bersuka cita. Yeah. Kalau kalian ketinggalan berita, dengan bangga kusampaikan bahwa saudari satu Penciptaku, Josephine Armster, kalah dalam kontes cerpen Vandaria. Membuktikan bahwa aku adalah karya Pencipta yang lebih unggul. Hee-hee. Kau dengar itu, Josie? Bahkan feromon abadimu tak dapat mengalahkan pesonaku!

Tentu, jangan salah artikan ini sebagai pernyataan cintaku kepada Pencipta. Aku hanya bisa mencintai Richter. Katakanlah, ini sekedar kebanggaan terhadap orang yang membentukku. Yeah. Bisa dikatakan begitu. Dan aku… lebih unggul daripada Armster!

Apa? Dia masih bisa masuk ke kumpulan cerpen seperti aku? Tidak. Aku yakin itu tak akan terjadi.

Sebenarnya, aku akan memastikan bahwa itu tak akan terjadi. Yeah. Itu-tak-akan-terjadi.

Tapi, lupakan saja wanita tidak jelas itu dulu. Sekarang, kita kedatangan tamu lagi. Sosok luar biasa, yang ceritanya berhasil menyingkirkan Armster si Genit. Dia adalah pemain viola yang dapat memikat hati para Windowless…

Eh… (Memeriksa cue card)

Frameless! Frameless di Edenion! Salah satu musisi terhebat yang pernah lahir dunia Vandaria! Hobi menyebabkan bintang padam! Mari kita sambut bersama, tokoh utama dari juara dua lomba cerpen Vandaria, Melviola si pemain viola!

Baca entri selengkapnya »

Talk Show With Maggie – Special Edition: Queen Armster

Sabtu, Januari 14th, 2012

Halo lagi, semuanya. Selamat datang kembali ke Talk Show With Maggie. Seperti biasa, aku, Margarita Paulson, akan menjadi host untuk acara ini. Seperti yang tercermin di judul, kali ini aku tidak mewawancarai tetangga-tetanggaku di Fantasy Fiesta 2011 dulu. Alih-alih, aku harus berurusan dengan saudariku. Yah, bukan benar-benar saudarai sedarah sih, tapi kami diciptakan oleh tangan yang sama.

 

Baca entri selengkapnya »

Talk Show With Maggie: Interview Fantasy Fiesta 2011 Part III

Selasa, Januari 10th, 2012

Halo lagi, semuanya. Masih dalam rangka promo untuk buku keren yang memuat kisahku dan Richter, Fantasy Fiesta 2011, aku, Margarita Paulson, akan mewawancarai tokoh-tokoh mengagumkan lain yang berbagi buku denganku. Kali ini, aku melakukan wawancara DI NERAKA! Karena tokoh yang harus kutemui memang berada di sini, diantara nyala api dan jeritan para pendosa!

Baca entri selengkapnya »

Interview Ketiga, Ke Mana Dirimu?

Senin, Januari 9th, 2012

Ah, maaf. Interview ketiga belum bisa dilakukan karena aku masih malas mengunjungi akhirat lagi. Untuk menghabiskan waktu, bagaimana kalau kalian mengunjungi ini dulu?

http://kastilfantasi.com/2012/01/2817/

Itu, sepertinya, rekaman dari bosku saat aku iseng mengunjungi dunia kalian. Meski aku sendiri merasakan kejadian yang terekam di sana, aku masih terhibur membacanya. Hehe.

 

 

Talk Show With Maggie: Interview Fantasy Fiesta 2011 Part II

Sabtu, Januari 7th, 2012

Halo lagi, semuanya. Untuk mempromosikan buku keren yang memuat kisahku dan Richter, Fantasy Fiesta 2011, aku, Margarita Paulson, akan mewawancarai tokoh-tokoh mengagumkan lain yang berbagi buku denganku. Sesuai janjiku kemarin, kali ini aku mengundang tokoh utama dari cerita di halaman 199, Neil//Lien.Dia adalah seorang shota, calon pemuda ganteng, putra angkat dari Sir Geoffrey, dicurigai memiliki skizofernia serius… mari kita sambut, Neil Argentum bersama cerminnya!

Baca entri selengkapnya »

Talk Show With Maggie: Interview Fantasy Fiesta 2011 Part I

Kamis, Januari 5th, 2012

Halo lagi, semuanya. Masih dalam rangka promo untuk buku keren yang memuat kisahku dan Richter, Fantasy Fiesta 2011, aku, Margarita Paulson, akan mewawancarai tokoh-tokoh mengagumkan lain yang berbagi buku denganku. Ini pengalaman pertamaku menjadi host dalam sebuah acara, jadi go easy on me, guys Baca entri selengkapnya »

Rambut

Rabu, Januari 4th, 2012

Kalau tidak salah, kemarin aku bilang kalau warna rambutku di kover bukan warna yang asli? Yeah, itu benar. Jadi, ini penampilan yang kucoba waktu pemotretan…

Maaf, tidak ada yang kualitasnya lebih bagus. Untuk warna rambut asliku… hup!

 

Nah, itu. Kalian lebih suka yang mana? Aku sih suka dua-duanya. Rambutku bagus, jadi tak masalah mau dimodel dan diwarnai seperti apa juga. Mungkin nanti aku harus mencoba warna-warna yang lebih mantap, seperti hijau atau pink. Maksudku, lihat saja ini.

Bahkan tanpa warna pun kalian pasti sudah dapat melihat betapa indahnya bentuknya, bukan? Bahkan fotoku waktu bangun tidur pun…

 

Masih terlihat bagus!

Apa yang terjadi pada mataku?

Karena kondisiku (yang bisa kalian ketahui lebih jelas kalau kalian membaca bukunya) kadang-kadang fisikku bisa berubah seenaknya sendiri. Oh well, itulah yang terjadi kalau tubuhmu harus disusun ulang karena terbakar sampai menjadi abu.

Kalian tahu, sebenarnya dulu, rambutku memang lebih mendekati yang terlihat di kover. Hanya lebih kusam dan lepek.  Lalu, suatu hari aku melihat seorang gadis dengan rambut yang menyerupai milikku sekarang. Dia orang baik, sebenarnya. Ramah, dermawan, cantik pula. Tapi, tetap saja aku menginginkan rambutnya.

Jadi, aku menculiknya. Kubius dia habis-habisan, lalu kukuliti kulit kepalanya, agar rambutnya bisa lepas sepenuhnya. Mungkin karena teknik scalpku yang kurang bagus, ia terbangun di tengah-tengah proses. Menjerit-jerit tak karuan sambil meronta, membuat pekerjaanku jadi sulit. Jadi, kudiamkan dia secara permanen.

Setelah itu, dengan bantuan cermin, aku menguliti kulit kepalaku sendiri. Sakit, ya, dan repot. Tapi, kadang-kadang proses kecantikan itu memang menyakitkan sih. Begitu akhirnya selesai, aku melekatkan rambut dan kulit kepala gadis itu dengan sihirku. Ta-da! Jadilah diriku seperti sekarang!

Apa kalian percaya pada cerita itu?

Ahahahaa!

Jangan percaya, itu bohong. Hanya cerita yang baru saja kukarang barusan. Sejak dulu juga, rambutku memang seperti ini.

Tapi… kalau dipikir-pikir, aku yang sekarang memang memiliki kekuatan untuk melakukan pemasangan kulit kepala dan rambut secara magis. Mungkin aku bisa mencobanya ke kalian? Mendekati kalian di saat tidur, kemudian menguliti scalp kalian secara sangaaaat hati-hati?

Oh, itu hanya bercanda kok. Asalkan kalian tidak lupa untuk membeli bukuku, yang informasinya dapat ditemui di sini…

http://kastilfantasi.com/2011/12/fantasy-fiesta-2011-sudah-terbit/

Maka aku tidak akan melakukan apa-apa.

Mungkin.

^^

First Post!!!

Selasa, Januari 3rd, 2012

Halo semuanya!

Ini bukan pertama kalinya aku membuat blog,  kalian tahu. Tapi, yah, ini post pertama yang kukirim lintas dimensi.

Namaku Margarita Paulson, tokoh utama dari cerpen Selamanya Bersamamu, yang dirilis dalam buku Fantasy Fiesta 2011. Pencipta memerintahkanku untuk membuat pojok ini demi keperluan promo. Tapi, karena dia tak mengatakan secara spesifik promo seperti apa yang sebenarnya dia harapkan… aku akan menggunakan blog ini untuk menuliskan apa saja yang sedang kupikirkan.

Untuk topik paling pertama… hup!

Nah, itu kover dari buku keren yang memuat ceritaku. Di sana, aku ada di sisi kanan, yang ada di samping kiri pilar es. Rambut asliku pirang, kalian tahu. Di sana aku sedang memakai cat rambut dan mengenakan tambahan tanduk untuk… katakanlah… menyamar. Yah, bisa dibilang begitu.

Untuk link mengenai informasi lengkap buku, kalian bisa lihat di sini:

 http://kastilfantasi.com/2011/12/fantasy-fiesta-2011-sudah-terbit/

Ingin mengenalku lebih dalam? Ingin mengetahui siapa itu Richter? Kalau begitu, kalian harus membacanya. Jangan khawatir, kurasa yang ada di dalam buku ini sangat informatif kok. Dan dapat kujamin, kesembilan belas cerita lainnya pun akan menyenangkan untuk diikuti.

Ah, kalau tidak salah ada rekaman mantan bosku yang akan dimuat di Kastil Fantasi pada tanggal 7. Silahkan lihat nanti, kalau kalian punya cukup waktu ❤

Selain itu, aku mungkin akan mengirim beberapa kisah lain mengenai kehidupanku di sini. Jangan, khawatir, mereka tidak akan membosankan. Kujamin. Semuanya dipenuhi oleh tangis, keringat, darah, daging, organ tubuh… dan mungkin beberapa tambahan lain.

Selain itu… ah, tidak ada. Cukup segitu dulu. Sampai nanti, fellas.  Jangan khawatir, aku tidak akan benar-benar meninggalkan kalian. Kalau kalian berjalan di jalan gelap, dan tiba-tiba kalian merasakan ada yang mengawasi…

Mungkin itu aku.

Hee-hee.